Diduga Korban Malpraktek, Seorang Bayi Di Kota Metro Merenggang Nyawa

0
4778
Istimewa

Ngalimpuro.com, Metro – Dunia kesehatan Kota Metro kembali tercoreng, pasalnya, setelah adanya penolakan pasien BPJS di Rumah Sakit Daerah A. Yani beberapa pekan lalu, kali ini giliran Rumah Sakit Swasta Muhammadiyah Kota Metro yang diduga melakukan Malpraktek hingga mengakibatkan seorang bayi merenggang nyawa.

Bayi berjenis kelamin perempuan dari pasangan suami istri (Pasutri) Aan Fukron (26) dan Fitriana (25) warga jalan Kakak Tua Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat Kota Metro itu diduga menjadi korban Malpraktek operasi caesar yang dilakukan RS Muhammadiyah Kota Metro, dan saat ini jenazah bayi malang tersebut sudah dilakukan visum dan kasusnya masih di tangani Polres Kota Metro.

Menurut keterangan pihak keluarga, Aan fukron saat berobat menggunakan kartu BPJS dan dirinya mengaku pasrah atas kehilangan putri pertamanya. Namun pihak keluarga tidak terima, dikarenakan diduga adanya unsur kelalaian dan ketidakseriusan pihak Rumah Sakit tersebut dalam mengurus pasien BPJS.

“Kejadian ini bermula pada sabtu malam istri korban hendak melahirkan, dan pihak rumah sakit langsung melakukan operasi caesar pada sabtu pagi, akan tetapi naas, pada saat selesai operasi nyawa bayi tidak dapat di selamatkan. kami curiga, dikarenakan kondisi jenazah bayi meninggal dalam keaadan tidak wajar, di sebelah tangan mengalami luka lebam, kulit terkelupas serta ada luka luar,” ungkap salah satu keluarga korban, Sabtu (06/5/2017).

Paman korban Khairul menjelaskan, pihak keluarga sudah meminta penjelasan kepada direktur rumah sakit muhamadiyah, namun pihak rumah sakit menyatakan tidak tahu penyebab meninggalnya korban dan sudah menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan bayi pada umumnya

“Kesal lantaran penjelasan dari pihak rumah sakit yang tidak masuk akal, akhirnya di dampingi Kasat Reskrim Polres Metro pihak keluarga membawa jenazah bayi ke Rumah Sakit Umum Ahmad Yani Metro untuk dilakukan visum agar mengetahui penyebab kematian bayi tersebut, saat ini kasus tersebut masih di tangani Sat Reskrim Polres Metro. petugas kepolisian juga masih terlihat di lokasi untuk mencari informasi dugaan malpraktek rumah sakit tersebut,” bebernya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi direktur RS Muhammadiyah Metro Dr. Emi Sulistiyani mengatakan, terkait operasi pihaknya sudah melakukan sesuai SOP, dan kedepan jenazah bayi tersebut akan di outopsi agar diketahui apa penyebab kematiannya.(*)

Tim Ngalimpuro.com

LEAVE A REPLY