Dugaan Salah Diagnosa Penyakit, RSUD A. Yani Metro Terkesan Acuhkan Keluhan Keluarga Pasien

0
76

Ngalimpuro.com, Metro – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad YANI Kota Metro, terkesan tidak mengindahkan keluhan keluarga Tuti Wuryaningsih (45), yang terkatung-katung selama enam hari di Jakarta, karena dugaan salah Diagnosa dan rujukan ke Rumah Sakit Dharmais Jakarta oleh oknum dokter RSUD A Yani.

“Pihak rumah sakit terkesan lepas tangan dengan nasib pasien yang katung-katung dijakarta karena rujukan dokter itu. Apalagi saat pihak rumah sakit Dharmais mengatakan tidak perlu dirujuk ke Dharmais karena di Lampung masih ada rumah sakit yang sanggup menangani ini. Nah, selama di Jakarta kami banyak mengeluarkan dana operasional. Dan biaya kebutuhan itu pakai uang, bukan pakai daun,” keluh Rozi Fernando, Suami pasien, Jumat (1-3-2019).

Menanggapi hal itu, pihak Rumah sakit menganggap jika tidak ada kejadian yang salah pada Diagnosa atas nama pasien Tuti Wuryaningsih.

“Pasien harus menerima hasil diagnosa dokter. Kalau pasien ditolak pihak rumah sakit Dharmais ya kami tidak tahu menahu soal itu. Karena itu sudah beda administrasi dengan rumah sakit Achmad Yani,” kilah Hadri Abunawar, Kuasa hukum RSUD Achmad Yani saat mengundang media massa memberikan hak jawab di aula 2 rumah sakit setempat, Jumat (1-3-2019).

Menurut Hadri, seorang dokter bisa saja melakukan kesalahan. “Dokter juga kan manusia. Jadi wajar jika terjadi kesalahan dalam pelayanan kesehatan pada pasiennya,” ujarnya.

Sementara, Kepala Medis RSUD Ahmad Yani, Dr. Anisa, menjelaskan. Dalam pelayan medis oleh dokter yang bersangkutan sudah sesuai pelayanan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

“Kami sudah lakukan audit medis dalam masalahnya. Hasilnya, tidak ada kesalahan prosedur pada pemeriksaan pasien atas nama Tuti Wuryaningsih. Dari pasien mulai masuk hingga dirujuk, sudah sesuai pada pedoman kerja dokter, penanggung jawab pasien dan tidak ditemukan pelanggaran kode etik,” jelasnya mewakili Kepala RSUD Achmad Yani Dr. Erla.

Dia mengungkapkan, hasil rapat juga membenarkan jika prosedur yang dilakukan membenarkan pelayanan medis yang dilakukan dokter yang bersangkutan.

“Hasil rapat juga menyatakan bahwa nyonya Tuti Wuryaningsih menderita Tumor Indra oral yang delapan puluh persen menjadi keganasan. Karena hasil diagnosa pasien itu, dokter merujuk ke rmh sakit Dharmais yang lebih kompeten dibidangnya dan lebih lengkap alatnya. Sehingga pasien dapat mengetahui sejelas-jelasnya penyakit pasien tersebut,” imbuhnya.(RED).

LEAVE A REPLY