Ini Isi Perdamaian Tertulis Kepala SMP N 6 Metro Yuwono Dengan Rival Wartawan SKH Swara Lampung

0
420
Ist.
Ist.

Ngalimpuro.com, Metro – Kepala SMPN 6 Kota Metro Yuwono DM akhirnya meminta maaf secara tertulis kepada Rival Dimardiansyah wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Swara Lampung atas perbuatan tidak menyenangkan saat proses penagihan publikasi pada, Senin (8/1/2018).

Disaksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro Ria Andari, kedua belah pihak sepakat menandatangani surat perdamaian di atas materai di Kantor DPC AWPI Kota Metro, Kamis (11/1/2018).

Isi dari surat perdamaian itu sendiri bertuliskan jika Pihak I dan Pihak II telah melakukan kesepakatan untuk berdamai dan saling memaafkan atas kesalahpahaman yang terjadi.

”Kedepannya saya berharap Dinas Pendidikan dan awak media bisa selalu menjalin hubungan dan kerjasama yang baik. Sehingga bisa membantu mempublikasikan semua kinerja kami agar diketahui masyarakat,” ungkap Kadisdikbud Ria Andari, Kamis (11/1).

Dikesempatan yang sama Kepala SMPN 6 Kota Metro Yuwono DM mengakui kesalahannya yang telah berkata kasar kepada Rival wartawan SKH Swara Lampung. Saat itu, lanjut dia, kondisi kesehatanya tengah tidak stabil lantaran tengah brobat jalan penyakit ginjal yang dideritanya.

”Karena kesehatan saya sedang tidak baik, emosi saya jadi tidak stabil. Saya minta maaf jika sudah berlaku kasar dengan saudara Rival,” ungkapnya.

Sementara itu, Wartawan SKH Swara Lampung Rival Dimardiansyah menerima permohonan maaf tersebut dan berharap kedepanya hubungan baik dapat terjalin lebih baik.

“Saya harap dengan adanya kejadian ini kedepan semua pihak dapat menjalin komunikasi yang baik agar hal serupa jangan sampai terulang kembali,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rival Mardiansyah wartawan Surat Kabar Harian (SKH) Swara Lampung menjadi korban kekerasan verbal dan diajak berduel Kepala SMPN 6 Kota Metro Yuwono DM saat menagih sisa pembayaran berita berbayar, Senin (8/1/2018).

peristiwa tersebut berawal pada, Minggu (7/1/2018) saat Rival menghubungi Yuwono melalui pesan singkat menanyakan kapan sisa pelunasan pembayaran berita berbayar yang diterbitkan pada 2017 lalu. Namun yang bersangkutan membalas dengan pesan yang tidak jelas.

“Karena smsnya enggak jelas, saya balas lagi bertanya apa maksud sms itu karena saya tidak bisa mengartikan sms kepala sekolah itu apa maksudnya. Malah dia balas dasar bodoh,” ungkapnya, Senin (8/1/2018).

Memperjelas persoalan tersebut, Rival pun mencoba mengkonfirmasi Kepala SMPN 6 Yuwono. Malah perlakuan yang tidak mengenakkan kembali dilakukan yang bersangkutan kepadanya.(Rilis).

LEAVE A REPLY