Kades Terpilih yang Di Duga Mesum Tetap Akan Di Lantik

0
732

Lampung Timur : Calon Kepala Desa terpilih desa braja gemilang kecamatan braja selebah kabupaten lamtim Lasito (45) tetap akan dilantik, umat (15/12).

Sebelumnya Calon Kepala desa terpilih Lasito (45) diduga berselingkuh bersama Parlina (40) yang dipergoki warga ketika lasito keluar rumah parlina yanh juga warga desa braja gemilang pada kamis dini hari pukul 1.30 WIB. Namun sangkaan warga tersebut rupanya bertolak belakang dengan fakta yang ada. “Saya tidak selingkuh parlina itu istri kedua saya dan kami sudah nikah siri pada 25 agustus 2017 ada 3 orang saksi dan pak kiyai yang menikahkan kami, tapi tiba-tiba saya begitu keluar rumah parlina selaku istri kedua saya itu saya langsung di tangkap sumadi calon kepala desa yang kalah bersama warga dan menuduh saya kumpul kebo atau selingkuh dengan parlina,” kata lasito calon kepala desa terpilih desa braja gemilang kecamatan braja selebah itu.

Menurutnya, dirinya sudah diperiksa oleh pihak kepolisian dan dirinya tidak terbukti melakukan perzinahan, namun calon kepala desa yang kalah mendesak dirinya agar tidak di lantik. “Maunya calon kepala desa yang kalah supaya saya tidak di lantik dan dilakukan pemilihan ulang, saya sudah sah sebagai kepala desa terpilih, saya bingung kenapa saya di gerebek di rumah istri kedua saya yang sudah sah secara agama saya nikahi,” paparnya.

Melalui kuasa hukum Lasito dari perhimpunan advokat indonesia (Peradi) yakni Musannif Effendi mengatakan, lasito tetap harus di lantik dikarenakan perkara dugaan lasito berselingkuh dengan parlina itu tidak memenuhi unsur.

“Pak lasito selaku kades terpilih sudah di periksa di unit PPA Polres Lamtim, dan pak lasito ini sudah menikah siri dengan parlina, secara agama parlina sah menjadi istri lasito, dan istri pertama lasito juga mengetahui dan mengizinkan lasito menikah dengan parlina selaku istri keduanya,” terang musannif effendi selaku penasehat hukum lasito.

Ranah hukum yang di sangkakan kepada lasito berbeda konteks dengan pelantikan kepala desa, sudah jelas di dalam aturan perbub pemilihan kepala desa bahwa kades terpilih akan tetap di lantik ketika calon kepala desa tidak meninggal dunia, terganggu jiwanya (gila) dan tersangkut pidana yang sifatnya memiliki keputusan tetap atau incrah.

“Lihat dulu donk persyaratan calon kepala desa yang tidak bisa di lantik itu apa saja, ada aturannya di perbub, terlebih perkara pak lasito ini tidak memenuhi unsur pidananya dan ini belum memiliki keputusan yang sifatnya incrah,” kata fendi sapaan akrabnya.

Kanit PPA Polres lamtim Bripka Hendra, membenarkan bahwa kedua pelaku perzinahan telah dilakukan pemeriksaan, dan perempuan yang di jadikan objek selingkuh yakni Parlina memang tidak bersuami atau janda secara hukum. “Kami telah memeriksa kronologis perselingkuhan tersebut,” ujar Hendra.

Sementara ke empat calon yang kalah yaitu, Tugirno, Agus wahyono, Sumardi dan
Agus Santoso, meminta agar pemilihan kepala desa di Desa Brajagemilang, Kecamatan Brajaselebah di lakukan pemilihan ulang bukan menempatkan PJ atau pejabat tunjukan sebagai kepala desa. Terkait biaya pemilihan ulang kepala desa, ke empat calon kalah itu siap membantu untuk mengeluarkan biaya pemilihan kepala desa kembali.

Kepala dinas PMD lamtim Sahrul Syah menegaskan, tidak ada aturan dalam perbup yang menyatakan pilihan ulang untuk pilkades oleh karena itu pemilihan ulang tidak akan mungkin dilakukan. “Tidak ada aturannya dalam perbup untuk pemilihan ulang,” tegas kadis PMD lamtim sahrul sah.

(Rilis)

LEAVE A REPLY