Terkait Dugaan “Kongkalikong” Lelang Dispora Kota Metro, Aspekindo Sambangi Sekretariat DPC AWPI Metro

0
1473

 

Istimewa.

Ngalimpuro.com, Metro – Terkait adanya dugaan “Kongkalikong” pelelangan Lapangan Tenis Indor dan pelelangan Penataan Taman/Lapangan Samber di Unit Layanan Pelelangan (ULP) Dispora Kota Metro. Perwakilan Aspekindo Wilayah Kota Metro dan Lampung Timur, Rabu (17/5/2017) menyambangi kantor Sekretariat DPC AWPI Kota Metro.

Adapun maksud dan tujuan kedatangan Wakil Ketua Koordinator dan Sekretaris Aspekindo tersebut perihal menjelaskan permasalahan yang terjadi di ULP Dispora Kota Metro.

Wakil Ketua Koordinator Aspekindo Wilayah Kota Metro dan Lampung Timur Afandi Atmanegara Amir didampingi Sekretaris Aspekindo Kota Metro A. Haris mengungkapkan, dalam pelelangan Lapangan Tenis Indor dengan nilai pagu Rp. 1.049.447.600. dan pelelangan Penataan Taman/Lapangan Samber dengan nilai pagu Rp. 1.150.000.000 di Dispora Kota Metro diduga tidak fair dan disinyalir adanya “kongkalikong” antara pemenang lelang dan ULP. Dikarenakan, klarifikasi pemenang lelang seharusnya dijadwalkan tanggal 17-19 Mei 2017, namun, secara sepihak, jadwal tersebut dimajukan menjadi tanggal 15-16 Mei 2017.

“Ini kan aneh, secara sepihak ULP memenangkan salah satu perusahaan yang ikut dalam pelelangan, dan kita sudah klarifikasi masalah ini ke pihak panitia lelang, namun, pihak panitia beralasan tidak ada verifikasi, ini yang terjadi oleh CV. Parabi Bersaudara yang mengikuti lelang pada Rehabilitas Lapangan Tenis Indor, dan dimenangkan oleh CV. Mulyosari Mandiri,” ungkapnya.

“Begitu juga yang terjadi oleh CV. Karunia Embun Pagi, pada lelang Penataan Taman/Lapangan Samber, di menangkan CV. Guna Usaha, dan kita ketahui jadwal klarifikasi pada tanggal 17-19 Mei, dan secara sepihak dimajukan menjadi tanggal 15-16 Mei, sementara kedua CV tersebut menerima undangan klarifikasi pada tanggal 16 Mei, ini kan sudah pasti ada permainan antara pemenang dan pihak lelang,” bebernya.

“Dikatakan Andi, perusahaan yang menang lelang pernah mempertanyakan pada ULP siapa pimilik dan berasal dari mana perusahaan tersebut, namun pihak lelang enggan memberikan penjelasan.

“Terkait Permasalahan ini kami akan terus mempertanyakannya, dan rencananya besok (Kamis,18/5/2017) kami akan layangkan surat untuk Dispora dan Walikota terkait klarifikasi permasalahan ini, kami beri waktu selama tiga hari dari surat yang kami layangkan, apabila surat kami tidak diindahkan, maka permasalahan ini akan kami bawa ke ranah hukum, dan kami akan buat laporan ke Kejaksaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC AWPI Kota Metro Verry Sudarta mengatakan, dirinya beserta rekan-rekan Media yang tergabung dalam kepengurusan DPC AWPI Kota Metro bersedia memantau dan mengawal permasalahan itu hingga ke ranah Hukum.

“Terkait permasalahan ini kami akan pelajari dan telusuri ada tidaknya indikasi “kongkalikong” yang terjadi di Dispora Kota Metro. Intinya saya katakan, DPC AWPI Kota Metro akan selalu berkomitmen berperan sebagai media informasi dan tentunya juga sebagai sosial kontrol, serta berani untuk membongkar kebusukan para oknum Pegawai Pemerintah,” tandasnya.(*)

Laporan : Kang Acul Eky Kontributor Ngalimpuro.com

LEAVE A REPLY