Terkait Dugaan Malpraktek RS Muhammadiyah Metro, Walikota Achmad Pairin Angkat Bicara, ini selengkapnya

0
1390
Istimewa

Ngalimpuro.com, Metro – Dugaan Malpraktek di Rumah Sakit Muhammadiyah Kota Metro yang dialami bayi berjenis kelamin perempuan dari pasangan Suami Istri (Pasutri) Aan Fukron (26) dan Fitriana (25) warga Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat Kota Metro, mendapat perhatian serius dari Walikota Metro Achmad Pairin.

Menurutnya, Permasalahan dugaan RS Muhammadiyah Metro yang melakukan Malpraktek sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa bayi perempuan tersebut baru sebatas dugaan, dirinya juga sedang menunggu kajian terlebih dahulu terkait kejadian itu, dan dirinya mengaku akan segera melakukan kroscek serta peninjauan ke RS Muhammadiyah Metro.

“Ini kan baru sebatas dugaan, jadi kami akan menunggu kajian terlebih dahulu agar tahu persis sebenarnya apa permasalahan yang terjadi. Karena, Mengambil keputusan tidak bisa sembarangan, intinya, saya katakan, terkait permasalahan ini kedepan pasti akan kami kaji lebih lanjut,” tegasnya, Senin (8/5/2017).

Diberitakan sebelumnya, Dunia Kesehatan Kota Metro kembali tercoreng, pasalnya, Rumah Sakit Swasta Muhammadiyah Kota Metro diduga melakukan Malpraktek yang mengakibatkan seorang bayi harus merenggang nyawa.

Bayi yang berjenis kelamin perempuan dari pasangan suami istri (Pasutri) Aan Furkon (26) dan Fitriana (25) warga jalan Kakak Tua Kelurahan Hadimulyo Barat Kecamatan Metro Pusat Kota Metro itu diduga menjadi korban malpraktek pasca operasi caesar yang dilakukan RS Muhammadiyah Kota Metro.

Menurut keterangan pihak keluarga, Aan Furkon yang menggunakan kartu BPJS saat berobat mengaku pasrah atas kehilangan putri pertamanya. Namun pihak keluarga tidak terima, dikarenakan diduga adanya unsur kelalaian dan ketidakseriusan pihak Rumah Sakit Muhammadiyah Metro dalam mengurus pasien BPJS.

“Kejadian ini bermula pada sabtu malam istri korban hendak melahirkan, dan pihak rumah sakit langsung berupaya melakukan operasi caesar pada sabtu pagi, akan tetapi naas, setelah selesai operasi nyawa bayi tidak dapat diselamatkan. kami curiga, dikarenakan kondisi jenazah bayi saat meninggal dalam keaadan tidak wajar, di sebelah tangan mengalami luka lebam, kulit terkelupas serta ada luka luar,” ungkap salah satu keluarga korban, Sabtu (6/5/2017).

Paman korban Khairul menjelaskan, pihak keluarga sudah meminta penjelasan kepada direktur rumah sakit muhamadiyah, namun pihak rumah sakit mengatakan tidak tahu penyebab meninggalnya bayi malang tersebut dan mengaku sudah menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan bayi pada umumnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Direktur RS Muhammadiyah Metro Dr. Emi Sulistiyani mengatakan, terkait operasi tersebut pihaknya sudah melakukan sesuai SOP, dan kedepan jenazah bayi tersebut akan di outopsi agar diketahui apa penyebab kematiannya.(*)

Tim Ngalimpuro.com

LEAVE A REPLY